Makna Hari Raya Galungan & Kuningan
Pelajari makna sakral hari raya Galungan & Kuningan di Bali, filosofi penjor, urutan upacara, dan penanggalan kalender Pawukon.
Makna Hari Raya Galungan dan Kuningan di Bali
Hari Raya Galungan adalah hari kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan). Dirayakan setiap 210 hari sekali berdasarkan siklus kalender Pawukon, tepatnya pada hari Budha Kliwon Dungulan. Sepuluh hari kemudian, ditutup dengan perayaan Kuningan.
Rangkaian Upacara Pokok
- Sugihan Jawa & Sugihan Bali: Pembersihan bhuana agung (alam semesta) dan bhuana alit (diri sendiri).
- Hari Penampahan: Sehari sebelum Galungan, warga membuat sesaji dan menyembelih babi untuk hidangan tradisi lawar.
- Hari H Galungan: Persembahyangan utama di Pura Keluarga (Sanggah/Merajan) dan Pura Kahyangan Tiga.
- Hari Kuningan: Penyambutan para Dewa dan Pitara yang turun memberikan berkah sebelum kembali ke Sunialoka.
Filosofi Penjor Galungan
Penjor bambu melengkung yang dipasang di depan setiap gerbang rumah melambangkan Gunung Agung dan Naga Basuki—simbol kemakmuran dan rasa syukur atas anugerah alam.
Cek tanggal upacara berikutnya langsung di Kalender Bali Digital atau pelajari aturan busana sembahyang di Panduan Budaya Bali.