balikalender.com
EN
RITUAL DEWASA 2026-10-06

Makna Upacara Potong Gigi (Mepandes) di Bali

Mengenal upacara potong gigi Mepandes / Metatah di Bali. Makna mengikis enam sifat buruk (Sad Ripu), simbol kedewasaan, dan tata cara sakralnya.

Filosofi Sakral Upacara Potong Gigi (Mepandes) di Bali

Bagi orang luar yang baru pertama kali mendengar istilah "potong gigi", bayangan yang muncul mungkin menyeramkan: alat tang bedah atau rasa sakit yang ngilu. Padahal kenyataannya sangat jauh dari itu. Upacara Mepandes (juga disebut Metatah atau Mesangih) adalah salah satu upacara peralihan (rite of passage) paling anggun dan sarat makna spiritual dalam tradisi Hindu Bali.

Ritual ini merupakan bagian dari upacara Manusa Yadnya yang wajib dijalani setiap anak yang mulai beranjak dewasa—biasanya ditandai dengan perubahan suara pada remaja putra atau menstruasi pertama pada remaja putri.

Mengikis 6 Musuh Dalam Diri (Sad Ripu)

Dalam ajaran Hindu Bali, gigi taring yang runcing dipandang sebagai perlambang sifat liar atau naluri hewani yang belum terdidik. Melalui upacara Mepandes, enam gigi bagian atas (empat gigi seri dan dua taring) dikikir secara simbolis dan diratakan oleh seorang tokoh spiritual yang disebut Sang Sangging.

Pengikiran ini melambangkan pengikisan enam musuh utama di dalam hati manusia, yang dikenal dengan sebutan Sad Ripu:

  1. Kama: Hawa nafsu birahi yang tak terkendali.
  2. Lobha: Rasa serakah dan ketamakan harta benda.
  3. Krodha: Kemarahan yang membakar akal sehat.
  4. Mada: Mabuk kekuasaan, mabuk kecantikan, atau mabuk minuman keras.
  5. Moha: Kebingungan jiwa yang kehilangan arah kebenaran.
  6. Matsarya: Rasa dengki dan iri hati atas kebahagiaan orang lain.
  7. Pelaksanaan yang Penuh Kehangatan Keluarga

    Upacara ini biasanya digelar bertepatan dengan hari baik (dewasa ayu) di rumah keluarga besar atau digabung secara massal di balai banjar.

    • Remaja yang akan dipotong gigi dirias dengan busana adat keemasan yang megah layaknya pangeran dan putri kerajaan (payas agung).
    • Sebelum gigi dikikir, mereka mencicipi enam rasa berbeda (manis, asam, asin, pahit, pedas, dan kelat) sebagai simbol kesiapan mental menyambut asam-garam dan aneka rasa kehidupan dunia.
    • Sisa kikir gigi ditampung di atas sebuah buah kelapa gading (nyuh gading) yang kemudian ditanam dengan khidmat di pekarangan sanggah keluarga.

    Mepandes adalah wujud tanggung jawab terakhir orang tua dalam mengasuh putra-putri mereka sebelum dilepas menjadi pribadi dewasa yang bijaksana dan bertanggung jawab bagi masyarakat.

    Cek hari baik dewasa ayu untuk upacara Mepandes di Kalender Bali Digital atau pelajari artikel adat lainnya di Panduan Budaya Bali.

Kembali ke Budaya Read in English