balikalender.com
EN
ETIKA JALANAN 2026-10-06

Etika Pejalan Kaki: Jangan Injak Canang di Trotoar

Panduan etika pejalan kaki saat melintasi sesaji Canang Sari di trotoar, jalan raya, dan gerbang toko Bali. Kenapa dilarang menginjak dupa menyala.

Panduan Etika Pejalan Kaki: Menghormati Canang Sari di Trotoar Bali

Saat berjalan menyusuri trotoar di Ubud, Seminyak, Sanur, atau gang-gang kecil pedesaan Bali, pandangan mata Anda pasti akan tertuju pada anyaman janur kecil berisi bunga warna-warni yang tergeletak di lantai depan pintu toko, trotoar jalan, bahkan di atas jok sepeda motor yang terparkir.

Bagi orang yang baru pertama kali ke Bali, keberadaan sesaji di atas lantai sering menimbulkan pertanyaan: "Kenapa diletakkan di bawah tempat orang lalu lalang? Apakah boleh diinjak?" Jawabannya tegas: jangan pernah sengaja menginjaknya.

Mengapa Canang Sari Diletakkan di Lantai Trotoar?

Dalam filosofi Hindu Bali, doa dan persembahan tidak hanya ditujukan ke atas (kepada para Dewa di pelinggih tinggi), tetapi juga ke bawah untuk menetralisir energi alam liar (Bhuta Kala) yang melintasi jalanan bumi.

  • Sesaji di lantai pintu toko atau perempatan jalan adalah bentuk permohonan keselamatan bagi setiap orang yang melintas agar terlindung dari marabahaya kecelakaan dan nasib buruk.
  • Ketika dupanya masih mengepulkan asap, sari persembahan tersebut sedang aktif dihanturkan menuju semesta.

Etika Melangkah yang Santun

  1. Langkahi dengan Hati-Hati: Jika jalanan sempit dan Anda harus melewati canang, usahakan melangkah ke samping atau melewatinya tanpa menginjak bunga maupun wadah janurnya (ceper).
  2. Jangan Melangkahi Dupa Menyala: Dupa adalah sarana penghubung doa (Agni). Melangkahi dupa yang sedang menyala tepat di atasnya dipandang sangat tidak pantas. Berputarlah sedikit untuk menghindarinya.
  3. Jangan Tendang atau Mainkan dengan Ujung Kaki: Meskipun canang tersebut sudah layu karena diletakkan sejak pagi, perlakukan dengan rasa hormat selayaknya benda suci yang telah selesai digunakan.
  4. Bagaimana Jika Tak Sengaja Terinjak?

    Jangan panik! Orang Bali sangat memahami bahwa trotoar umum sering ramai dan turis kerap tidak sengaja menyenggolnya.

    • Cukup berhentilah sejenak, letakkan kedua telapak tangan Anda di depan dada atau katakan "Maaf" atau "Nunas ampura" dengan sopan kepada pemilik toko atau warga di dekat situ.
    • Sikap tulus dan kerendahan hati Anda akan disambut dengan senyuman hangat dan anggukan maklum oleh krama lokal.

    Hormati setiap jengkal ruang sakral di pulau dewata. Pelajari makna lengkap bunga canang di artikel Rahasia Filosofi Canang Sari atau cek hari raya di Kalender Bali Digital.

Kembali ke Wisata Read in English